Berbicara mengenai
dunia mahasiswa tentu banyak hal yang menarik dapat diuraikan. Mahasiswa adalah
salah satu generasi penerus bangsa, agent of chage dan social
of control. Kondisi mahasiswa zaman sekarang alias mahasiswa “zaman now ”
sangat jauh berbeda dengan kondisi mahasiswa zaman dahulu alias mahasiswa “zaman
old ”. Hal ini disebabkan karena mahasiswa zaman now telah terjerumus dengan kondisi perkembangan zaman dan arus budaya dari luar dan tidak selektif untuk memilahnya terlebih dahulu.
Sebelumnya saya
menguraikan sedikit pengalaman saya sebagai mahasiswa zama old. Ya
saya menganggap diri saya sebagai mahasiswa zaman old karena
pada saat saya menjadi mahasiswa bukan smartphone yang menjadi
teman saya, bukan laptop yang menjadi tempat saya menuangkan ide-ide atau
mengerjakan tugas, karena pada masa itu yang memiliki laptop masih terhitung
jari, kami hanya mengandalkan warnet jika mendapatkan tugas dari dosen. Yang
menjadi teman setia saya kala itu hanyalah mesin ketik yang setiap malam
menemani.
Mesin ketik adalah
alat yang begitu berharga bagi kami mahasiswa MIPA pada saat itu, terutama bagi
kami mahasiswa jurusan kimia/pendidikan kimia. Betapa tidak, alat tersebutlah
yang menemani malam-malam kami sampai menjelang pagi. Dalam sepekan selain
menerima kuliah secara teori, kami juga melakukan kegiatan praktikum. Di
semester awal sudah dihadapkan dengan tiga praktikum sekaligus dalam seminggu.
Jangan ditanya menghadapi tiga praktikum dalam seminggu bebannya luar biasa,
apalagi saya yang notabenenya waktu SMA jarang melakukan praktikum. Sebelum
melakukan praktikum ada beberapa hal yang harus dipersiapkan diantaranya harus
lulus respon sebelum masuk laboratorium. Lulus respon disini adalah semacam
ujian tertulis atau lisan yang diberikan oleh asisten lab terkait praktikum
yang akan dilakukan. Respon biasanya dilakukan paling lambat sehari sebelum
memasuki laboratorium. Sebelum respon dilakukan terlebih dahulu para praktikan
(yang akan melakukan praktikum) diharuskan membuat jurnal yang berhubungan
dengan prosedur praktikum mulai dari alat dan bahan yang digunakan serta
langkah-langkah yang akan dilakukan. Terbayang ketika harus membuat tiga jurnal
dalam sepekan, melakukan tiga kali respon dengan materi yang berbeda dan
tentunya tiga buah laporan yang harus dibuat dalam jangka waktu sepekan dengan
menggunakan mesin ketik. Yaa....mesin ketik. Terbayang bagaimana rasanya membuat
laporan dengan menggunakan mesin ketik yang tidak mempunyai tombol delete,
terlebih lagi jika ada asisten lab yang mengharuskan rata kiri-kanan pada
laporan tersebut. Sungguh hal tersebut tidaklah mudah dan penuh perjuangan. Sedangkan mahasiswa di zaman now alias
di zaman modern ini dengan mudahnya menyelesaikan tugas-tugas mereka dengan
bantuan teknologi yang semakin hari semakin canggih. Tidak ada lagi penggunaan
mesin ketik di zaman sekarang. Mahasiswa seakan dimanjakan dengan teknologi.
Karena dengan
perkembangan zaman yang semakin hari semakin modern, mahasiswa zaman now semakin
dimudahkan dalam segala hal, misalnya dalam mengerjakan tugas-tugas kelompok
dari dosen, mahasiswa zaman now jika mendapatkan tugas
kelompok dari dosen, hal pertama yang biasa dilakukan adalah membuat grup chat
di whatsApp, kemudian janjian mengerjakan tugas di cafe yang dilengkapi dengan
fasilitas wifi gratis, yang tekadang karena tempatnya yang nyaman, akhirnya
keasyikan ngobrol dengan temannya atau keasyikan dengan gadgetnya masing-masing dan akhirnya tugas menjadi terbengkalai. Berbeda
dengan mahasiswa zaman old, ketika mendapatkan tugas kelompok,
hal yang dilakukan adalah janjian di kampus untuk ke perpustakaan, bahkan
ketika tidak ada jam kuliah pun rela nongkrong di perpustakaan kampus demi
untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.
Zaman now sering
diidentikkan dengan degradasi moral generasi muda yang tidak dapat memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan gagal menyaring kebiasaan
buruk dan budaya dari luar, sehingga berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Salah satunya adalah etika dalam hal berkomunikasi. Ketika saya menjadi mahasiswa,
untuk berkomunikasi dengan dosen mengenai jadwal konsultasi baik itu melalui
pesan singkat alias SMS atau via telepon diperlukan waktu berpikir yang cukup
lama dan panjang, karena takut apa yang akan disampaikan kurang sopan, takut
waktunya tidak tepat, takut mengganggu dosen yang lagi istirahat dan berbagai
ketakutan-ketakutan lainnya. Terkadang karena takutnya untuk menghubungi dosen
maka langkah yang diambil adalah menunggu di depan ruang kerjanya dari pagi
sampai sore yang pada akhirnya terkadang tidak mendapatkan apa-apa (dosennya tidak
datang).
Akan tetapi jika
membandingkan dengan mahasiswa zaman now dimana etika
mahasiswa zaman old sangatlah berbeda dengan mahasiswa
zaman now, karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
seperti adanya media sosial, sehingga banyak mahasiswa yang kurang beretika
ketika berkomunikasi dengan dosennya. Dengan mudahnya mereka mendapatkan akses
informasi tentang apa saja yang mereka inginkan. Mahasiswa zaman now tidak
segan-segan mengirimkan pesan kepada dosennya baik melalui sms, ataupun whatsApp kapan
pun mereka inginkan, yang terkadang isi pesannya seperti pesan untuk temannya,
dan bahkan tidak mengkondisikan waktu yang tepat. Mahasiswa zaman old sangat
hormat ke dosen, karena dosen adalah orang yang berjasa dalam memberikan ilmu
ke mahasiswa, sedangkan mahasiswa zaman now, dosen memang di
hormati, terlebih ketika bertemu di kelas atau di lingkungan kampus, namun saat
di dunia maya terkadang ada mahasiswa yang mengumpat ke dosen mereka dengan
berbagai alasan.
Oleh karenanya meskipun kita hidup di zaman sekarang, seharusnya kita bisa menerapkan apa yang dilakukan oleh orang pada zaman dahulu, terlebih mengenai persoalan etika. Karena manusia sebagai makhluk sosial memiliki nilai dan norma yang harus di taati. Karena etika sangat berperan penting dalam kehidupan sosial manusia yaitu ketika kita menginginkan dihormati dan dihargai oleh orang lain, maka terlebih dahulu kita harus belajar menghargai dan menghormati orang lain. Oleh karena itu jadilah manusia yang memiliki etika, bermoral dan saling menghargai antar sesama manusia dan tetap membuka diri terhadap perkembangan zaman. Menutup tulisan ini ada kata-kata bijak yang mengatakan belajarlah adab sebelum ilmu, karena ilmu tanpa adab hanya akan membuatmu sombong, ingatlah iblis, ilmunya tinggi tapi dilaknat oleh Allah swt karena kesombongannya. Wallahu A'lam Bishawab.
Bone, 24 Juni 2020
(Rina Novianty)


