Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2020

Covid-19, Musibah atau Anugerah?????

Awal tahun 2020 dunia digemparkan dengan adanya wabah virus corona (covid-19), yang diperkirakan berasal dari kota Wuhan Provinsi Hubei, Tiongkok. Salah satu Negara yang terdampak covid-19 adalah Indonesia. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus positif covid-19 pada Bulan Maret Tahun 2020. Di saat kasus covid-19 meningkat hari demi hari, ada jutaan manusia diseluruh dunia yang terpapar virus tersebut. Banyak diantara kita bertanya-tanya inikah musibah atau anugerah? Inikah bencana atau rencana Allah? Inikah azab atau cara Allah menguji manusia? Atau cara Allah mengajarkan kepada manusia tentang alam semesta, tentang pentingnya bersyukur?

Covi-19 hadir ditengah masyarakat membawa dampak bagi kehidupan manusia. Banyak pihak yang merasa dirugikan dengan mewabahnya virus ini. Virus ini memberikan berbagai dampak bagi kehidupan di berbagai sektor. Dari sektor ekonomi terjadi perlambatan pertumbuhan, banyak perusahan merugi, terjadi phk secara besar-besaran, kondisi perekonomian pun kena imbasnya. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, apabila pandemi ini masih bertahan antara 3 - 6 Bulan lagi maka situasi akan semakin memburuk, dimana pertumbuhan ekonomi diperkirankan pada kisaran 2,5% bahkan 0% (Suaramerdeka.com). Berdasarkan data per Tanggal 03 Juli 2020 dari gugus tugas percepatan penanganan covid-19 jumlah postif corona di Indonesia mencapai 60.695 kasus dan yang meninggal dunia mencapai 3.036 kasus.

Selain sektor ekonomi, sektor pendidikan pun terkena dampaknya, terjadi perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Keputusan pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH), membuat bebagai pihak tidak siap. Ketidaksiapan lembaga pendidikan menjadi faktor utama terjadinya berbagai masalah dalam dunia pendidikan. Para pelaku pendidikan di tuntut untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang biasanya dilakukan di kelas secara tatap muka kini berubah menjadi pembelajaran berbasis dalam jaringan (online).  Hal ini terasa menyulitkan di awal diterapkannya pembelajaran daring, karena belum terbiasa dengan hal tersebut. Terjadi transformasi secara cepat dalam dunia pendidikan.

Peralihan proses pembelajaran dari luar jaringan menjadi dalam jaringan memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur tersebut agar proses pembelajaran tetap terlaksana seperti biasanya. Para pelaku pendidikan dituntut untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran sebenarnya bukan tanpa masalah, banyak faktor yang menghambat pelaksanaan proses pembelajaran tersebut diantanya penguasaan teknologi yang masih rendah bagi sebagian pendidik maupun peserta didik, jaringan internet yang tidak merata, keterbatasan sarana dan prasarana,  biaya, dan ketidaksiapan orang tua menjadi pengajar/pendidik di masa work from home.

Model pembelajaran dalam jaringan (online), sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan, karena sebenarnya di beberapa perguruan tinggi sudah menerapkan sistem tersebut, akan tetapi untuk tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah belum begitu populer sehingga memerlukan persiapan agar dapat berjalan secara efektif. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lambat laun model pembelajaran dalam jaringan akan menjadi model pembelajaran di era industri 4.0.

Setiap perubahan yang terjadi akan memberikan dampak, ibarat mata uang yang memiliki dua sisi, sisi negatif maupun sisi positif. Menyikapi kasus tersebut pemerintah memunculkan berbagai kebijakan. mulai dari kebijakan work from home (WFH), sosial dan physical distancing, sampai pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan-kebijakan tersebut diambil oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Seluruh kegiatan belajar mengajar dan kerja dilakukan dari rumah. Selain itu, masyarakat juga di tuntut untuk menghindari aktivitas yang melibatkan banyak orang termasuk dalam hal beribadah. Dengan mewabahnya covid-19 ini, semua orang harus mengikuti perubahan tersebut. Kehidupan sosial manusia mengalami perubahan, dimana manusia yang kodratnya sebagai makhluk sosial merasa ruang geraknya dibatasi.

Apakah ini termasuk musibah?? Atau hadirnya covid-19 ini memberikan hikmah yang luar biasa??

Sebagai manusia kita patut bersyukur, adanya covid-19 yang menggemparkan seluruh dunia, terlepas dari apakah adanya virus tersebut karena faktor kepentingan politik atau faktor pertarungan ekonomi; faktor  by design  atau hasil rekayasa tangan-tangan manusia atau bukan; atau karena faktor penyebab lainnya, yang jelas hal tersebut telah membuat manusia tersadar bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah dan memiliki keterbatasan.  Alhasil semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga alam, dan pentingnya beribadah kepada Allah swt serta pentingnya melakukan introspeksi diri. Akhirnya bumi pun memiliki waktu untuk beristirahat dari berbagai paparan polusi yang diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri serta perubahan-perubahan derastis yang terjadi selama masa pandemi. Dan kesemuanya itu adalah anugerah. Ya sebuah anugerah!!!!!

Betapa tidak, begitu banyak hikmah yang dapat dipetik dari musibah ini.  Pertama, mengingatkan kepada manusia, bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, ketika covid-19 mewabah dan menyebar kemana-mana manusia menjadi tidak berdaya, banyak manusia yang terpapar dan bahkan kehilangan nyawa.  Manusia tidak berdaya ketika Allah menurunkan penyakit yang bernama covid-19. Oleh karena itu manusia hanya bisa  berusaha dan berdoa agar terhindar dari wabah tersebut dan menyerahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah semata.

Kedua, selama kebijakan work from home (WFH) diberlakukan, aktivitas sehari-hari lebih banyak dihabiskan di rumah. Seorang yang memiliki segudang aktivitas di hari-hari sebelumnya, akhirnya memiliki kesempatan lebih banyak bersama keluarga, seperti wanita karier misalnya, yang biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor atau di tempatnya berkerja akhirnya selama masa pandemi bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga, bisa menjadi guru bagi anak-anak mereka, yang selama ini waktu seperti itu akan sulit di dapatkan dalam keadaan normal (sebelum adanya covid-19). Selain itu, selama masa pandemi yang mengharuskan bekerja dari rumah, maka seseorang dapat dengan mudah memperoleh pengetahuan dan menambah wawasan mengenai berbagai hal terutama yang berkaitan dengan covid-19 karena banyaknya bermunculan seminar-seminar online gratis baik lokal, nasional maupun internasional.

Ketiga, adanya wabah covid-19 membuat manusia menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan, karena dapat melindunginya dari berbagai penyakit. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan masalah kebersihan. Semenjak covid-19 menyebar, kita senangtiasa dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun atau memakai handsanitizer, memakai masker jika keluar rumah. Hal tersebut sejalan apa yang dianjurkan dalam Islam tentang pentingnya memelihara kebersihan dan kesucian seperti yang tertuang di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Dari Abu Malik Al-Ash’ari ra, bahwa Rasulullah SAW mengatakan, “Kebersihan adalah sebagian dari iman”.

Keempat, tidak dipungkiri mewabahnya covid-19 ini menimbulkan banyak korban baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga meningkatkan solidaritas di kalangan masayarakat. Banyak masyarakat bersimpati dan bahu-membahu membantu mereka yang terdampak covid-19. Berbagai aksi yang dilakukan untuk mengurangi beban saudara-saudara kita yang terdampak. Hal tersebut tentunya akan memperkuat persatuan dan kesatuan diantara sesama manusia. Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Al-Maaida Ayat 2 yang berbunyi “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksa-Nya”.

Semoga wabah covid-19 ini segera berlalu dan kehidupan kembali berjalan normal seperti sedia kala dan semoga kita semua menjadi hamba yang senangtiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya dan bersabar atas segala musibah yang menimpa kita semua. Aamiin.

Menutup tulisan ini, mengutip kata-kata bijak dari Tere Liye yang mengatakan bahwa "Hidup itu dipergilirkan satu sama lain. Kadang kita di atas kadang kita di bawah. kadang kita tertawa lantas kemudian kita terdiam bahkan menangis. Itulah Kehidupan. Barang siapa yang sabar maka semua bisa dilewati dengan hati lapang". Wallahu A'lam Bishawab.

Bone, 10 Juni 2020

(Rina Novianty)





" MANUSIA SPBU "

Sabtu, 18 Juli 2020 saya mengikuti webinar Teras PPA yang diselenggarakan oleh PPA Institut, dengan tema " Manusia SPBU " yang di ...