Rabu, 22 Juli 2020

" MANUSIA SPBU "


Sabtu, 18 Juli 2020 saya mengikuti webinar Teras PPA yang diselenggarakan oleh PPA Institut, dengan tema "Manusia SPBU" yang di bawakan oleh Kang Helmy (Co Founder PPA Institute). 

SPBU singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum atau biasa dikenal dengan istilah pertamina. Salah satu tagline dari SPBU yang terkenal adalah kembali ke nol. Berbicara mengenai "Manusia SPBU", atau disebut manusia gagal/ manusia yang kembali ke titik nol. Seringkali kita melakukan ikhtiar untuk mendapatkan kesuksesan namun ujung-ujungnya selalu mengalami kegagalan, atau kata kiasnya kembali ke titik nol.

Hidup adalah suatu perjalanan. Dalam perjalanan tersebut ada banyak suka maupun duka yang kita alami. Kadang di atas kadang di bawah. Misalnya, ketika manusia berada dalam suatu puncak kesuksesan, dan seketika kesuksesan tersebut di ambil kembali oleh pemilik-Nya, maka seketika manusia menjadi tidak berdaya. Begitupun ketika kita sudah berikhtiar untuk suatu pekerjaan/usaha, namu tiba-tiba gagal di tengah jalan, maka kita akan kembali ke titik nol.

Manusia seringkali mengeluhkan apa yang terjadi dalam hidupnya, namun terkadang kita tidak menyadari segala masalah, musibah, ujian, cobaan, nikmat yang Allah berikan kepada kita terdapat pesan cinta didalamnya. Tanda-tanda yang Allah berikan sering kali kita hiraukan. 

Ketika menginginkan sesuatu, kita berdoa siang malam, berikhtiar secara maksimal, tetapi ternyata Allah memberikan kita ujian dalam ikhtiar tersebut, apa yang harus kita lakukan??????Apakah kita harus menyerah ??? atau menjadi orang cerdas yang mampu membaca pesan cinta-Nya ??? Agar kita tidak menjadi "Manusia SPBU".

Sebagaimana firman allah dalam Surah Al-Imran ayat 190 yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. Firman ini adalah pelajaran bagi kita dalam ikhtiar anti gagal sehingga kita tidak menjadi manusia SPBU.

Dari pada kita sibuk mencari bagaimana cara agar bisa sukses/bangkit, lebih baik kita mencari kenapa kita tidak bisa sukses/bangkit, karena jika kita mengetahui kenapa pasti kita akan tau bagaimana??? Tutur Kang Helmy dalam webinar tersebut. Adapun ikhtiar anti gagal menurut beliau adalah dengan membaca pesan cinta dari-Nya, dengan istiqamah berikhtiar dengan 3 L (Lapor, Latih dan Lingkungan). Pertama, melaporkan segalanya hanya kepada Allah, dengan zikir, shalat dan sedekah. Menurut kang Helmy, jangan pernah berzikir yang tidak nyambung dengan hati, jangan melakukan ikhtiar yang dapat mengganggu shalat, dan menyisihkan sebagian rezeki meski dalam keadaan lapang maupun sempit. Kedua, melatih diri untuk terus melakukan ikhtiar secara maksimal dengan terus melibatkan Allah dalam ikhtiar tersebut. Selalu melibatkan Allah dalam segala hal, sebesar atau sekecil apapun masalah yang kita hadapi yang utama adalah mencari Ridha-Nya., Ketiga, lingungan yang kondusif adalah salah satu faktor pendukung agar kita dapat menjadi manusia anti gagal. Karena ketika kita berada pada lingkungan yang baik akan mendukung kita berproses kearah yang baik. Seperti kata pepatah jika kita berteman dengan penjual parfum bisa saja kita ikut kecipratan wanginya, tetapi ketika kita berteman dengan pandai besi bisa saja kita ikut kecipratan apinya.

Tugas kita bukan hanya untuk memahami pesan cinta dari-Nya, akan tetapi kita dapat mengaplikasikan, mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi solusi dari setiap permasalahan yang menimpa kita, sehingga kita tidak menjadi manusia SPBU. Wallahu A’lam Bishawab.

 

Bone, 22 Juli 2020

(Rina Novianty)

 

 


Rabu, 15 Juli 2020

Era New Normal : Manjadi Tenaga Pendidik yang Kreatif


Tenaga pendidik adalah ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selama terjadinya pandemi pemerintah terus berupaya menciptakan kreasi bagi para peserta didik, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan melalui kebijakan merdeka belajar. Merdeka belajar adalah program kebijakan baru yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Nadiem Anwar Makarim, dimana esensi kemerdekaan berpikir menurut beliau harus didahului oleh para tenaga pendidik sebelum mereka mengajarkan kepada para peserta didik. Salah satu poin penting dalam kebijakan tersebut adalah mas menteri menginginkan agar para tenaga pendidik membuat desain belajar di kelas lebih sederhana dengan menyesuaikan dengan kondisi peserta didik.

Di era new normal ini para tenaga pendidik di tuntut untuk melakukan kreasi di dalam kegiatan belajar mengajar meskipun dalam kondisi yang berbeda dari sebelum adanya pandemi. Agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif, seperti pada proses pembelajaran tatap muka di kelas, tenaga pendidik di tuntut untuk bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi demi kelancaran proses belajar mengajar.

Kreativitas tenaga pendidik sangat diperlukan dalam menghadapi era new normal. Tenaga pendidik harus bisa melakukan transformasi pembelajaran dari luring menjadi daring. Kelas tidak lagi menjadi satu-satunya tempat untuk mentransfer pengetahuan. Saatnya mengajak peserta didik untuk mengeksplorasi apa yang ada disekitar mereka dan terjun langsung ke tempat-tempat yang dapat menjadi sumber pengetahuan. Tuntutan atas kreativitas tenaga pendidik sejalan dengan tugas dan tanggung jawab atas profesinya. Kreativitas seorang tenaga pendidik akan terlihat dalam tugasnya terutama dalam proses belajar mengajar.

Seiring perkembangan zaman, pendidikan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Memasuki era digital proses pembelajaran berbeda dengan sebelumya terlebih setelah adanya virus corona melanda seluruh dunia memaksa tenaga pendidik melakukan perubahan proses pembelajaran secara cepat. Di era new normal, teknologi digital sangat diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif. Seiring berjalannya waktu, kemajuan teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam proses pembelajaran. Akan tetapi perubahan tersebut tidak disertai dengan kesiapan seluruh elemen yang terlibat dalam proses belajar mengajar terutama dalam hal ini tenaga pendidik dan peserta didik.

Peralihan proses pembelajaran dari luar jaringan menjadi dalam jaringan memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur tersebut agar proses pembelajaran tetap terlaksana seperti biasanya. Para pelaku pendidikan dituntut untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran sebenarnya bukan tanpa masalah, banyak faktor yang menghambat pelaksanaan proses pembelajaran tersebut diantaranya penguasaan teknologi yang masih rendah bagi sebagian tenaga pendidik maupun peserta didik, jaringan internet yang tidak merata, keterbatasan sarana dan prasarana, serta biaya.

Sabtu, tanggal 04 Juli 2020, saya mengikuti salah satu bimtek online dengan tema “Mengelola Pembelajaran yang Asik di Tengah Pandemi Covid-19” yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Enrekang dengan menghadirkan pemateri Bapak Masruhan Mufid, M.Kom., beliau adalalah salah satu Praktisi Pendidikan dan Youtuber Profesional. Menurut beliau dimasa inkubasi atau di tengah pandemi ini banyak tenaga pendidik yang latah dengan berbagai aplikasi online yang dapat dimanfaatkan selama pembelajaran daring (online). Pendidikan bukan lagi transfer pengetahuan melainkan transfer tugas. Target utama pendidikan menurut beliau adalah keberlangsungan pendidikan dan meningkatnya kualitas dan kompetensi tenaga pendidik dalam pembelajaran terutama dalam pembelajaran daring. Seorang tenaga pendidik harus menjadi tenaga pendidik yang kreatif terutama di masa pandemi, terlepas dari berbagai masalah atau tantangan yang terjadi. Proses pembelajaran selama daring harus tetap di setting seperti pada proses pembelajaran tatap muka dikelas, yang berbeda hanya pada perubahan “kelas nyata menjadi kelas maya”. Pada proses pembelajaran di era new normal dengan menggunakan kelas maya (online), tetap ada pertemuan setiap pekannya, namun yang membedakan dengan kelas sebelum pandemi terjadi adalah tenaga pendidik dan peserta didik bertemu secara virtual. Disinilah diperlukan kompetensi tenaga pendidik dalam menghidupkan kelas virtual/maya tersebut. Tenaga pendidik harus kreatif agar proses pembelajaran berlangsung seperti biasanya.

Kelas maya dapat dilakukan dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) yang tersedia secara gratis seperti Google Classroom, Moodle, Edmodo, Microsoft Teams, Schoology dan aplikasi lainnya. Ketika kelas maya telah di buat, bagaimana proses pembelajaran di kelas maya tersebut???Apakah selama ini kita telah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik??? Pertanyaan ini harus kita jawab bersama!!!

Jika selama ini, sebelum terjadinya pandemi proses pembelajaran berlangsung di kelas (luring), akan tetapi selama pandemi dan menuju new normal, proses pembelajaran berlangsung secara virtual dengan memanfaatkan aplikasi video conference (vicon) seperti: Cisco Webex (https://www.webex.com/), Zoom (https://www.zoom.us/), Google Meet (https://meet.google.com/), dan berbagai aplikasi lainnya. Namun, realita yang terjadi menimbulkan berbagai masalah seperti memerlukan kuota yang banyak untuk melakukan vicon, susah signal, smartphone/Laptop  dengan spek rendah dan permasalahan lainnya, sehingga kurang efektifnya proses pembelajaran di kelas maya tersebut.

Lebih lanjut Bapak Mufid menjelaskan, permasalahan tersebut dapat diatasi jika seorang tenaga pendidik mampu memanfaatkan teknologi dengan baik, dan lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran di kelas maya tersebut. Untuk mengelola pembelajaran di kelas agar berlangsung secara efektif diperlukan kompetensi tenaga pendidik.  Menurut beliau salah satu solusi mengatasi kendala signal yang kurang baik, atau permasalahan smartphone/laptop memiliki bandwith yang kecil yaitu dengan membuat video pembelajaran dengan menggunakan teknik rekam layar. Ada banyak teknik rekam layar yang dapat digunakan seperti Faststone (https://youtu.be/c-3QxLDJ6X4), Bandicam (https://youtu.be/EcTYzYpq7TY), Camtasia (https://youtu.be/Xqr3YrQV2qY), dan masi banyak aplikasi lainnya.Teknik rekam layar layar tersebut dapat memudahkan tenaga pendidik dalam menjelaskan materi pembelajaran tanpa menggunakan vicon yang menguras banyak kuota dan dapat digunakan untuk mengatasi kendala signal karena materi pembelajaran di buat dalam bentuk video pembelajaran. Lebih lanjut mengenai aplikasi rekam layar dari pemateri bimtek tersebut dapat dilihat di http://bit.ly/mufids.

Di era new normal, agar proses pembelajaran tetap berjalan sebagaimana biasanya, transformasi pengetahuan tetap terjadi meskipun dengan memanfaatkan kelas virtual, maka tenaga pendidik harus meningkatan komptensinya dengan menciptakan kreasi sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif, meskipun ditengah keterbatasan yang ada. Menjadi tenaga pendidik bukan hal yang mudah, membutuhkan banyak pengorbanan baik dari segi tenaga, watu, materi, pikiran maupun perasaan. Namun itulah perjuangan, karena dibalik perjuangan tersebut tersimpan berjuta kebahagiaan yang tidak dapat di nilai dengan materi.

 

Bone, 15 Juli 2020

(Rina Novianty)


Rabu, 08 Juli 2020

MENULIS itu MUDAH


Berbicara mengenai dunia menulis, mungkin banyak orang yang berpendapat bahwa menulis itu sulit, termasuk saya sendiri yang menganggap bahwa menulis adalah sesuatu yang membutuhkan keahlian tersendiri yang tidak semua orang memilikinya. Tetapi setelah saya bergabung dengan grup menulis dan mulai berkenalan dengan dunia blogging, akhirnya sedikit demi sedikit mulai terbiasa dengan dunia menulis, meskipun tulisan saya masih berupa tulisan-tulisan sederhana.

Menulis sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, syaratnya adalah adanya kemauan dan mulai praktek untuk menulis. Seperti saya yang sebelumnya tidak pernah menyangka sama sekali akan menulis di blog ini, akan tetapi setelah memutuskan membuat blog, mau tidak mau saya harus mulai praktek menulis. Dengan adanya blog ini memotivasi saya untuk menulis minimal satu tulisan setiap pekannya. Dari sinilah timbul keinginan untuk belajar, meskipun saya sendiri tidak tahu apakah tulisan yang saya buat enak di baca atau tidak, bermanfaat atau tidak. Semuanya tergantung dari penilaian pembaca. Setidaknya dengan mebuat tulisan di blog setiap pekan, akan menjadikan suatu kebiasaan. Seperti halnya keahlian lain, jika sering dilatih maka akan semakin mahir, begitu juga dengan kegiatan menulis. Semakin sering anda praktek menulis, maka semakin terbiasa anda menulis. Seperti kata pepatah ala bisa karena biasa.

Kamis, tanggal 25 Juni 2020 saya mengikuti salah satu workshop online yang dilaksanakan oleh Mutakhir Academy dengan tema Trik Jitu Bikin Buku: From Zero to Zorro. Dari tema tersebut kelihatan menarik. Menurut pemateri ada empat mitos sehingga orang enggan menulis yaitu, pertama karena tidak punya bakat. Bakat menurut KBBI adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Ada orang yang memang memiliki bakat merangkai kata demi kata sehingga menghasilkan tulisan yang menarik untuk di baca. Kedua, tidak ada waktu. Bagi orang-orang yang tidak terbiasa menulis, selalu menjadikan waktu sebagai alasan. Ketiga, malu menulis. Malu ketika tulisannya di kritik oleh orang lain, atau merasa tidak percaya diri ketika tulisannya di baca orang lain. Keempat, adalah takut salah. Saya merasa keempat mitos tersebut nyata bagi saya pribadi. Selama ini kebanyakan berpikir ingin menulis tapi jarang praktek menulis.

Sebelumnya, saya teringat dengan materi yang pernah dibawakan oleh Bapak Dr. Ngainun Naim di acara Diskon (Diskusi Online) yang dilaksanakan oleh LPPM IAIN Ponorogo bahwa berapa kalipun anda ikut pelatihan/workshop tentang menulis, sebanyak apa pun buku tentang menulis yang anda baca, hal tersebut tidak akan membuat anda menjadi seorang penulis, KECUALI anda memaksakan diri untuk praktek menulis.

Bapak Naim adalah salah satu dosen di IAIN Tulungagung, beliau adalah salah satu provokator handal dalam dunia literasi, beliau yang selalu memotivasi kami anggota grup menulis untuk praktek menulis. Salah satunya dengan menulis di blog. Menulis di blog adalah salah satu cara praktek menulis. Selain memberikan motivasi menulis, beliau juga rutin mengirimkan tulisan-tulisan dari blog beliau ke grup menulis. Setiap kali membaca tulisan beliau yang di kirim di grup wa, selalu membangkitkan motivasi saya untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Salah satu tulisan beliau yang berjudul kunci dan alasan membuat saya semakin tersadar bahwa sebanyak apa pun ide/gagasan yang kita miliki jika tidak dituangkan tidak akan mungkin menjadi suatu tulisan. Beliau mengatakan kunci utama dalam menulis yaitu praktek menulis dan hambatan menulis itu satu yaitu ALASAN. Karena berbagai alasan inilah yang menghambat seseorang untuk menulis. Ada saja alasan yang dijadikan sebagai hambatan untuk menulis. Alasan sibuk, alasan tidak ada waktu dan berbagai alasan-alasan yang bermunculan yang membuat menulis hanya sebatas keinginan tanpa adanya praktek menulis.

Sejak memberanikan diri praktek menulis, terkadang muncul rasa malu, ketika tulisan di baca oleh orang lain. Menurut bapak Naim ada empat level malu dalam menulis. Pertama, malu untuk mulai menulis, karena rasa malu inilah yang membuat seseorang tak kunjung menulis. Banyak orang yang memiliki kemauan untuk menulis tapi tidak kunjung menulis karena adanya rasa malu tersebut. Rasa malu tersebut menjadi faktor penghambat sehingga sesorang tak kunjung menulis. Level malu kedua menurut bapak ini sudah lebih baik dari level pertama. Karena pada level ini seseorang sudah mulai menulis, namun muncul rasa malu jika tulisannya di baca oleh orang lain. Malu level ketiga ini sudah lebih baik dari level satu dan dua karena pada level ini adalah menulis tanpa rasa malu. Apapun tanggapan orang lain tentang tulisan kita dijadikan sebagai masukan. Jika di puji akan menambah motivasi, sebaliknya jika di kritik di jadikan pembelajara untuk tulisan berikutnya. Malu level keempat adalah malu jika tidak menulis. Menurut bapak malu level inilah yang tertinggi. Karena jika seorang penulis sudah sampai pada level ini, maka menulis seperti suatu kebutuhan. Jika tidak menulis maka terasa kehilangan sesuatu.

Setalah membaca tulisan tersebut saya merasa masih berada pada level ke dua. Terkadang ketika menulis ada rasa malu merasuki. Tetapi rasa malu tersebut berubah menjadi motivasi ketika melihat orang lain memberikan apresiasi pada tulisan yg di buat, terlebih jika tulisan tersebut memberikan manfaat dan inspirasi bagi orang yang membacanya. Seperti kata pepatah kalau orang lain bisa mengapa kita tidak!!! MENULIS itu MUDAH!!! Yang sulit adalah jika kita hanya berpikir ingin menulis tapi tidak pernah memulai untuk menulis. Selama ini kita kebanyakan berpikir ingin menulis tapi tidak kunjung memulai. 

MENULIS itu MUDAH, tinggal mengambil pulpen kemudian menuangkannya di kertas, atau tinggal membuka laptop/smartphone, kemudian mulailah menulis. Bukankah suatu rangkaian kata dimulai dari rangkaian huruf, rangkaian kalimat dimulai dari rangkaian kata-kata. Jika bukan sekarang menulisnya, kapan lagi??? Jika sudah terbiasa menulis, segala kesulitan akan hilang dengan sendirinya, tutur Bapak Naim dalam salah satu diskusi online. Berkat motivasi dari beliau akhirnya tulisan ini bisa tercipta. Mulailah menulis karena MENULIS itu MUDAH. Yang dibutuhkan adalah praktek menulis. Karena sebanyak apapun ide yang kita miliki tanpa adanya praktek menulis mustahil akan mengasilkan suatu tulisan.

Menutup tulisan sederhana ini, mengutip kata-kata bijak dari Stephen King bahwa “Untuk menjadi seorang penulis, yang diperlukan adalah kemauan untuk menulis kemudian mempraktekkannya, orang yang hanya mempunyai kemauan untuk menulis namun tidak pernah melakukannya, maka ia sama saja dengan bermimpi untuk memiliki mobil, tanpa ada usaha dan kerja keras untuk memilikinya”.

 

Bone, 08 Juli 2020

(Rina Novianty)


Rabu, 01 Juli 2020

KIMIA KEBAHAGIAN DALAM MENGHADAPI ERA NEW NORMAL

Sabtu, 27 Juni 2020, saya mengikuti salah satu webinar yang diselenggarakan oleh Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar yang mengangkat tema tentang “Peran Kimia dan Strategi pembelajaran Kimia dalam Menghadapi Era New Normal”. Salah satu materi menarik yang dibawakan oleh Prof. Dr. Muh. Amir Masruhim, M.Kes, Dekan FKIP Universitas Mulawarman tentang peran kimia untuk meraih kebahagiaan dalam menghadapi era new normal. Menurut beliau dengan bahagia kita dapat terhindar dari bebagai macam penyakit, salah satunya penyakit yang diakibatkan oleh virus corona. Lebih lanjut beliau menjelaskan tentang salah satu zat kimia yang berperan penting sebagai pembawa kebahagiaan.  

Zat kimia yang dimaksud adalah hormon. Hormon adalah salah satu zat yang sangat berperan penting dalam tubuh manusia. Hormon dihasilkan oleh organ tubuh tertentu yang berasal dari kelenjar endokrin yang berguna untuk merangsang fungsi organ tubuh tertentu. Hormon memiliki peranan dalam mengendalikan proses yang terjadi dalam tubuh manusia seperti proses metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, dan kekebalan. Manusia adalah makhluk hidup yang bersifat multiseluler yang menghasilkan hormon.

Hormon menjalankan fungsi penting untuk kinerja tubuh mulai dari sistem reproduksi sampai mngendalikan suasana hati. Kebahagiaan bersumber dari banyak hal, salah satunya dari makanan yang di komsumsi. Dari makanan yang di komsumsi serta pola hidup sehat akan mempengaruhi kerja hormon di dalam tubuh. Diantara banyaknya hormon yang diproduksi oleh tubuh ada empat hormon yang dikenal dengan hormon kebahagiaan. Pertama, Hormon Dopamin. Hormon ini biasanya disebut “hormon penghargaan”. Hormon ini berkaitan dengan penghargaan terhadap diri, seperti pemberian motivasi. Hormon ini membuat seseorang merasa senang dan nyaman ketika berhasil memperoleh apa yang diinginkan atau dengan kata lain harapan sesuai dengan kenyataan, misalnya memenangkan suatu lomba, atau pekerjaan yang dilakukan mendapat pujian dari atasan dan hal-hal lain yang bisa membuat seseorang merasa bahagia.

Kedua, Hormon Endorfin. Hormon ini disebut “hormon penghilang rasa sakit”. Hormon ini dapat meredakan gejala stres, marah, sedih, depresi dan semua penyakit hati yang berhubungan dengan tekanan pada perasaan, sehingga membuat seseorang merasa tenang dan lebih mudah untuk mengontrol emosi. Menurut Dr. Shigeo Haruyama dalam Bukunya The miracle of Endhorphin, hormon ini dinamakan “Hormon kebahagiaan”. Hormon ini bereaksi sebagaimana morfin. Dia membuat seseorang merasa rileks, nyaman dan tenang. Jadi dapat dikatakan bahwa hormon endhorfin yang diproduksi oleh tubuh ketika manusia merasa bahagia. Endorfin itu seperti zat yang terkandung di dalam es krim atau coklat, dimana apabila kita mengkonsumsinya akan memberikan kenyamanan. Zat yang membuat nyaman ini juga diproduksi secara alami oleh tubuh guna untuk menstabilkan emosi. Hormon ini muncul saat seseorang merasa bahagia, senang dan mampu mengontrol emosi untuk berlapang dada atau selalu memiliki pikiran yang positif.

Ketiga, Hormon Serotonin. Hormon ini disebut “hormon kepemimpinan”. Hormon ini berkaitan dengan kepercayaan diri dan kebanggaan seseorang. Serotonin diproduksi oleh tubuh ketika seseorang berada di lingkungan dimana mendapatkan suatu dukungan, kepercayaan, pengakuan, dan kenyamanan. Hormon ini dapat membuat seseorang menjadi menyenangkan, mudah bergaul, dan ramah, namun ketika tubuh kekurangan hormon ini menjadi mudah marah, depresi, merasa cemas, kehilangan nafsu makan dan susah tidur.  Hormon ini sangat mengatur mood seseorang dalam segala aktifitas seperti selera makan, motivasi belajar, dan lain sebagainya. Serotonin tidak diperoleh seorang diri, melainkan didapatkan dengan membangun hubungan baik dengan manusia. Seseorang akan merasa lebih percaya diri ketika melakukan sesuatu yang membuat seseorang bangga terhadap dirinya, sehingga membuatnya merasa senang dan bahagia.

Keempat, Hormon Oksitosin. Hormon ini disebut “hormon cinta”. Hormon ini berperan penting dalam tingkah laku manusia. Hormon ini memberikan kebahagiaan kepada seseorang yang menjalin hubungan kepercayaan, kasih sayang dan persahabatan. Hormon ini didapatkan dengan melakukan kontak fisik dengan orang yang disayangi, menjalin ikatan dalam suatu hubungan atau dalam suatu komunitas. Misalnya hubungan antara anak dengan orang tua, dan hubungan antara suami dengan istri. Oksitosin juga dapat diperoleh dengan melakukan kebaikan kepada orang lain, misalnya aktif dalam kegiatan sosial, membantu orang yang mengalami kesulitan, menjadi relawan dalam kegiatan kemanusiaan dan sebagainya.

Agar keempat hormon tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik sehingga memperoleh suatu kebahagiaan, terlebih di era new normal, lebih lanjut  Prof. Dr. Muh. Amir Masruhim, M.Kes menjelaskan ada 5 dimensi yang perlu diperhatikan yaitu: Pertama, Dimensi Fisik. Untuk dimensi fisik secara garis besar dapat dilakukan dengan menjaga dan mengatur pola makan dengan rajin mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, berolahraga secara teratur untuk memperkuat otot, dan tidur yang cukup.

Kedua, Dimensi Pikiran. Untuk mengaktifkan hormon kebahagiaan harus selalu memiliki pikiran yang positif. Karena dengan berpikir positif akan menghindarkan diri dari berbagai penyakit. Karena menurut para ahli sumber penyakit terbesar bukan berasal dari makanan yang kita konsumsi melainkan bersumber dari pikiran. Ketiga, Dimensi Hati. Hati adalalah organ paling inti bagi kehidupan manusia. Hati ibarat raja, sedangkan anggota tubuh adalah prajuritnya. Bila rajanya baik, maka akan baik pula prajuritnya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, yang artinya sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Bila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Namun bila ia buruk maka buruklah seluruh tubuh. Ingatlah segumpal daging itu adalah hati (HR. Muslim). Keempat, Dimensi Rohani.  Berkaitan dengan spiritual manusia, hubungan manusia dengan Tuhan. Dimensi kelima adalah dimensi sosial, yang berkaitan dengan hubungan antar sesama manusia.

Jadi untuk memperoleh kebahagiaan terutama di era new normal, maka perlu mengaktifkan hormon kebahagiaan. Kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah swt dengan sebaik-baiknya bentuk. Setiap makhluk hidup ataupun benda tak hidup yang diciptakan di muka bumi ini terbuat dari susunan yang paling dasar yang disebut unsur kimia. Bahkan tubuh manusia tersusun dari berbagai unsur kimia dan terjadi proses kimia pada saat kita melakukan aktifitas seperti  makan, tidur, bekerja dan aktifitas-aktifitas lainnya. Dengan mengaktifkan keempat hormon tersebut adalah cara sederhana untuk memperoleh kebahagiaan. Karena hormon tersebut diproduksi secara alami di dalam tubuh manusia.

Dalam filsafat islam, tujuan tertinggi perjuangan manusia adalah mencapai kebahagiaan, yaitu transformasi manusia kepada pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan. Hal tersebut akan menghasilkan kebahagiaan tertinggi seperti yang diajarkan oleh salah satu filusuf islam yang terkenal yaitu Imam Al-Ghazali. Menutup tulisan ini saya mengutip salah satu kata-kata bijak yang mengatakan “jagan pernah meletakkan kebahagiaan ditangan orang lain, karena kebahagiaan adalah milik anda”. Wallahu A’lam Bishawab.

 

Bone, 01 Juli 2020

(Rina Novianty)

" MANUSIA SPBU "

Sabtu, 18 Juli 2020 saya mengikuti webinar Teras PPA yang diselenggarakan oleh PPA Institut, dengan tema " Manusia SPBU " yang di ...