Salah satu kegiatan
atau pekerjaan yang menurut saya memiliki tantangan dan bukan hanya sekedar
memiliki niat dan kemauan adalah menulis. Menulis mungkin bagi sebagian orang
adalah kegiatan atau pekerjaan yang mudah, tetapi tidak bagi saya. Untuk
memulai menggoreskan tulisan pada sebuah kertas perlu pemikiran panjang bagi
saya karena menulis tidak hanya membutuhkan niat akan tetapi perlu konsistensi
dan disiplin. Niat tersebut terkadang naik turun, ditambah kesibukan yang
menyebabkan menulis itu menjadi sebatas niat tanpa adanya aksi yang nyata.
Seperti kata salah satu guru saya, salah satu penggiat literasi, yang ketika
mendengarkan cerita atau membaca tulisan beliau selalu memunculkan semangat
untuk memulai menulis. Dia adalah bapak Dr. Ngainun Naim.
Pertama kali bertemu
beliau, ketika mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh LPPM IAIN Bone, salah
satu lembaga yang ada di kampus tempat saya mengabdi dalam kegiatan workshop
writing and editing. Mendengarkan beliau memberikan materi seakan membuka
pemikiran saya tentang dunia literasi, akan tetapi lagi-lagi hal tersebut
hanya sebatas niat, tanpa adanya aksi nyata dan setelah kegiatan berakhir tak
kunjung menghasilkan sebuah tulisan.
Hari demi hari
berlalu, niat yang semula menggebu-gebu untuk menulis seakan sirna termakan
waktu, karena berbagai alasan yang membuat tidak adanya aksi nyata yang
menghasilkan sebuah tulisan. Tak berselang berapa lama dari kegiatan workshop
writing and editing, LPPM IAIN Bone kembali mengadakan kegiatan
workhsop menjadi editor jurnal dan buku dengan kembali menghadirkan
pemateri Bapak Dr. Ngainun Naim. Tanpa berpikir panjang saya langsung
mengisi list pendaftaran yang disediakan oleh panitia, agar bisa mengikuti
workshop tersebut, karena pematerinya adalah salah satu
inspirator bagi saya yang bisa membangkitkan kembali motivasi dan semangat saya
untuk mulai menulis, karena beliau telah memberikan materi pada kegiatan
workshop sebelumnya, dimana beliau merupakan provokator handal dalam hal
tulis-menulis. Pada kegiatan workshop sebelumnya, saya sangat
terkesan dengan cara beliau membawakan materi dan beliau tak hentinya
selalu memberikan motivasi bagi kami para penulis pemula.
Sabtu, tanggal 23
Nopember 2019 workshop dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung saya begitu
bersemangat mendengar pemaparan materi, karena beliau dalam membawakan materi
santai tetapi begitu bermakna. Beliau tidak henti-hentinya
memberikan kami motivasi untuk menulis. Salah satu harapan saya kala itu setelah mengikuti workshop kedua dengan
pemateri yang sama adalah memiliki kembali secercah motivasi untuk mulai merangkai kata demi
kata menjadi suatu kalimat, sehingga bisa
melahirkan tulisan yang dapat dibaca oleh orang lain, terlebih lagi suatu saat bisa melahirkan tulisan yang best seller (Aamiin).
Meskipun workshop telah berakhir, akan tetapi diskusi dengan beliau masih terus
terjalin dalam sebuah grup WhatsApp. Grup tersebut dibuat untuk memudahkan kami
para penulis pemula untuk mendapat bimbingan dan arahan dari beliau dalam hal
tulis menulis dan melihat progres dari para anggota grup. Para anggota grup
ditantang untuk membuat satu tulisan di blog setiap minggu. Dan lagi-lagi saya
hanya menjadi penonton, ketika ide hanya sebatas ide tanpa adanya aktualisasi
maka hal tersebut ibarat hanya sebuah mimpi yang tak kunjung menjadi
nyata. Seperti kata beliau seseorang tidak akan bisa melahirkan tulisan
hanya dengan sebatas niat. Hal-hal besar selalu dimulai dari hal-hal yang
kecil. Sebuah tulisan yang terdiri dari rangkaian kalimat dimulai dari
rangkaian kata-kata.
Senin, 01 Juni 2020
bertepatan dengan hari lahir Pancasila, LPPM IAIN Ponorogo mengadakan diskusi
online (Diskon) 4 dimana pematerinya ternyata beliau. Tentunya saya begitu
bersemangat ingin mengikuti diskusi tersebut karena mengetahui beliau sebagai
pemateri. Lagi-lagi harapan terbesar saya setelah mengikuti diskusi tersebut
adalah membangkitkan kembali semangat dan motivasi saya untuk memulai menulis,
karena beliau selalu sukses menebarkan virus-virus literasi yang membuat
orang-orang termotivasi untuk menulis. Salah satu pernyataan beliau yang
paling menohok bagi saya adalah jangan pernah membayangkan anda memiliki karya
yang banyak kalau anda hanya berpikir akan menulis tapi anda tidak pernah
memulai.
Sebagian orang,
termasuk saya lebih banyak menghabiskan waktu berpikir tentang keinginan untuk
menulis daripada memulai untuk menulis. Seperti kata beliau, sebanyak apa pun
buku tentang menulis yang anda baca dan berapa kali pun anda ikut pelatihan
menulis, hal itu tidak akan membuat anda menjadi seorang penulis KECUALI anda
memaksa diri untuk praktik menulis, jika bukan sekarang, kapan lagi? Untuk itu
saya memberanikan diri untuk memulai tulisan yang sangat sederhana ini. Semoga
berawal dari tulisan yang sangat sederhana ini, akan menyusul tulisan-tulisan
berikutnya (Aamiin).
Menutup tulisan
saya, meminjam kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai
setinggi langit tapi selama ia tak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat
dan dari sejarah.
Bone, 02 Juni 2020
Rina Novianty
