Selasa, 02 Juni 2020

Mencoba Memulai Menulis, Bukan Sekedar Berpikir Ingin Menulis

Salah satu kegiatan atau pekerjaan yang menurut saya memiliki tantangan dan bukan hanya sekedar memiliki niat dan kemauan adalah menulis. Menulis mungkin bagi sebagian orang adalah kegiatan atau pekerjaan yang mudah, tetapi tidak bagi saya. Untuk memulai menggoreskan tulisan pada sebuah kertas perlu pemikiran panjang bagi saya karena menulis tidak hanya membutuhkan niat akan tetapi perlu konsistensi dan disiplin. Niat tersebut terkadang naik turun, ditambah kesibukan yang menyebabkan menulis itu menjadi sebatas niat tanpa adanya aksi yang nyata. Seperti kata salah satu guru saya, salah satu penggiat literasi, yang ketika mendengarkan cerita atau membaca tulisan beliau selalu memunculkan semangat untuk memulai menulis. Dia adalah bapak Dr. Ngainun Naim.

Pertama kali bertemu beliau, ketika mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh LPPM IAIN Bone, salah satu lembaga yang ada di kampus tempat saya mengabdi dalam kegiatan workshop writing and editing. Mendengarkan beliau memberikan materi seakan membuka pemikiran saya tentang dunia literasi, akan tetapi lagi-lagi hal tersebut hanya sebatas niat, tanpa adanya aksi nyata dan setelah kegiatan berakhir tak kunjung menghasilkan sebuah tulisan. 

Hari demi hari berlalu, niat yang semula menggebu-gebu untuk menulis seakan sirna termakan waktu, karena berbagai alasan yang membuat tidak adanya aksi nyata yang menghasilkan sebuah tulisan. Tak berselang berapa lama dari kegiatan workshop writing and editing, LPPM IAIN Bone kembali mengadakan kegiatan workhsop menjadi editor jurnal dan buku dengan kembali menghadirkan pemateri Bapak Dr. Ngainun Naim. Tanpa berpikir panjang saya langsung mengisi list pendaftaran yang disediakan oleh panitia, agar bisa mengikuti workshop tersebut, karena pematerinya adalah salah satu inspirator bagi saya yang bisa membangkitkan kembali motivasi dan semangat saya untuk mulai menulis, karena beliau telah memberikan  materi pada kegiatan workshop sebelumnya, dimana beliau merupakan provokator handal dalam hal tulis-menulis. Pada kegiatan workshop sebelumnya, saya sangat terkesan dengan cara beliau membawakan materi dan beliau tak hentinya selalu memberikan motivasi bagi kami para penulis pemula. 

Sabtu, tanggal 23 Nopember 2019 workshop dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung saya begitu bersemangat mendengar pemaparan materi, karena beliau dalam membawakan materi santai tetapi begitu bermakna. Beliau tidak henti-hentinya memberikan kami motivasi untuk menulis. Salah satu harapan saya kala itu setelah mengikuti workshop kedua dengan pemateri yang sama adalah memiliki kembali secercah motivasi untuk mulai merangkai kata demi kata menjadi suatu kalimat, sehingga bisa melahirkan tulisan yang dapat dibaca oleh orang lain, terlebih lagi suatu saat bisa melahirkan tulisan yang best seller (Aamiin). Meskipun workshop telah berakhir, akan tetapi diskusi dengan beliau masih terus terjalin dalam sebuah grup WhatsApp. Grup tersebut dibuat untuk memudahkan kami para penulis pemula untuk mendapat bimbingan dan arahan dari beliau dalam hal tulis menulis dan melihat progres dari para anggota grup. Para anggota grup ditantang untuk membuat satu tulisan di blog setiap minggu. Dan lagi-lagi saya hanya menjadi penonton, ketika ide hanya sebatas ide tanpa adanya aktualisasi maka hal tersebut ibarat hanya sebuah mimpi yang tak kunjung menjadi nyata. Seperti kata beliau seseorang tidak akan bisa melahirkan tulisan hanya dengan sebatas niat. Hal-hal besar selalu dimulai dari hal-hal yang kecil. Sebuah tulisan yang terdiri dari rangkaian kalimat dimulai dari rangkaian kata-kata.

Senin, 01 Juni 2020 bertepatan dengan hari lahir Pancasila, LPPM IAIN Ponorogo mengadakan diskusi online (Diskon) 4 dimana pematerinya ternyata beliau. Tentunya saya begitu bersemangat ingin mengikuti diskusi tersebut karena mengetahui beliau sebagai pemateri. Lagi-lagi harapan terbesar saya setelah mengikuti diskusi tersebut adalah membangkitkan kembali semangat dan motivasi saya untuk memulai menulis, karena beliau selalu sukses menebarkan virus-virus literasi yang membuat orang-orang termotivasi untuk menulis. Salah satu pernyataan beliau yang paling menohok bagi saya adalah jangan pernah membayangkan anda memiliki karya yang banyak kalau anda hanya berpikir akan menulis tapi anda tidak pernah memulai.

Sebagian orang, termasuk saya lebih banyak menghabiskan waktu berpikir tentang keinginan untuk menulis daripada memulai untuk menulis. Seperti kata beliau, sebanyak apa pun buku tentang menulis yang anda baca dan berapa kali pun anda ikut pelatihan menulis, hal itu tidak akan membuat anda menjadi seorang penulis KECUALI anda memaksa diri untuk praktik menulis, jika bukan sekarang, kapan lagi? Untuk itu saya memberanikan diri untuk memulai tulisan yang sangat sederhana ini. Semoga berawal dari tulisan yang sangat sederhana ini, akan menyusul tulisan-tulisan berikutnya (Aamiin).

Menutup tulisan saya, meminjam kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Bone, 02 Juni 2020 

Rina Novianty

 

" MANUSIA SPBU "

Sabtu, 18 Juli 2020 saya mengikuti webinar Teras PPA yang diselenggarakan oleh PPA Institut, dengan tema " Manusia SPBU " yang di ...