Awal tahun 2020 dunia digemparkan
dengan adanya wabah virus corona (covid-19), yang diperkirakan
berasal dari kota Wuhan Provinsi Hubei, Tiongkok. Salah satu Negara yang terdampak
covid-19 adalah Indonesia. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus positif
covid-19 pada Bulan Maret Tahun 2020. Di saat kasus covid-19 meningkat hari
demi hari, ada jutaan manusia diseluruh dunia yang terpapar virus tersebut.
Banyak diantara kita bertanya-tanya inikah musibah atau anugerah? Inikah
bencana atau rencana Allah? Inikah azab atau cara Allah menguji manusia? Atau cara
Allah mengajarkan kepada manusia tentang alam semesta, tentang pentingnya
bersyukur?
Covi-19 hadir ditengah masyarakat
membawa dampak bagi kehidupan manusia. Banyak pihak yang merasa dirugikan
dengan mewabahnya virus ini. Virus ini memberikan berbagai dampak bagi
kehidupan di berbagai sektor. Dari sektor ekonomi terjadi perlambatan pertumbuhan,
banyak perusahan merugi, terjadi phk secara besar-besaran, kondisi perekonomian
pun kena imbasnya. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, apabila pandemi ini
masih bertahan antara 3 - 6 Bulan lagi maka situasi akan semakin memburuk,
dimana pertumbuhan ekonomi diperkirankan pada kisaran 2,5% bahkan 0%
(Suaramerdeka.com). Berdasarkan data per Tanggal 03 Juli 2020 dari gugus tugas
percepatan penanganan covid-19 jumlah postif corona di Indonesia
mencapai 60.695 kasus dan yang meninggal dunia mencapai 3.036 kasus.
Selain sektor ekonomi, sektor
pendidikan pun terkena dampaknya, terjadi perubahan yang signifikan dalam dunia
pendidikan. Keputusan pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH),
membuat bebagai pihak tidak siap. Ketidaksiapan lembaga pendidikan menjadi
faktor utama terjadinya berbagai masalah dalam dunia pendidikan. Para pelaku
pendidikan di tuntut untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran yang biasanya dilakukan di kelas secara tatap muka kini berubah
menjadi pembelajaran berbasis dalam jaringan (online). Hal ini
terasa menyulitkan di awal diterapkannya pembelajaran daring, karena belum
terbiasa dengan hal tersebut. Terjadi transformasi secara cepat dalam dunia
pendidikan.
Peralihan proses pembelajaran dari luar
jaringan menjadi dalam jaringan memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur
tersebut agar proses pembelajaran tetap terlaksana seperti biasanya. Para
pelaku pendidikan dituntut untuk memanfaatkan teknologi sebagai media
pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran sebenarnya bukan
tanpa masalah, banyak faktor yang menghambat pelaksanaan proses pembelajaran
tersebut diantanya penguasaan teknologi yang masih rendah bagi sebagian
pendidik maupun peserta didik, jaringan internet yang tidak merata, keterbatasan
sarana dan prasarana, biaya, dan ketidaksiapan orang tua menjadi
pengajar/pendidik di masa work from home.
Model pembelajaran dalam jaringan (online),
sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan, karena sebenarnya di beberapa
perguruan tinggi sudah menerapkan sistem tersebut, akan tetapi untuk tingkat
satuan pendidikan dasar dan menengah belum begitu populer sehingga memerlukan
persiapan agar dapat berjalan secara efektif. Seiring perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi lambat laun model pembelajaran dalam jaringan akan
menjadi model pembelajaran di era industri 4.0.
Setiap perubahan yang terjadi akan
memberikan dampak, ibarat mata uang yang memiliki dua sisi, sisi negatif maupun
sisi positif. Menyikapi kasus tersebut pemerintah memunculkan berbagai
kebijakan. mulai dari kebijakan work from home (WFH), sosial
dan physical distancing, sampai pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Kebijakan-kebijakan tersebut diambil oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran
virus tersebut. Seluruh kegiatan belajar mengajar dan kerja dilakukan dari
rumah. Selain itu, masyarakat juga di tuntut untuk menghindari aktivitas yang
melibatkan banyak orang termasuk dalam hal beribadah. Dengan mewabahnya
covid-19 ini, semua orang harus mengikuti perubahan tersebut. Kehidupan
sosial manusia mengalami perubahan, dimana manusia yang kodratnya sebagai
makhluk sosial merasa ruang geraknya dibatasi.
Apakah ini termasuk musibah?? Atau
hadirnya covid-19 ini memberikan hikmah yang luar biasa??
Sebagai manusia kita patut bersyukur, adanya covid-19 yang menggemparkan seluruh dunia, terlepas dari apakah adanya virus tersebut karena faktor kepentingan politik atau faktor pertarungan ekonomi; faktor by design atau hasil rekayasa tangan-tangan manusia atau bukan; atau karena faktor penyebab lainnya, yang jelas hal tersebut telah membuat manusia tersadar bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah dan memiliki keterbatasan. Alhasil semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga alam, dan pentingnya beribadah kepada Allah swt serta pentingnya melakukan introspeksi diri. Akhirnya bumi pun memiliki waktu untuk beristirahat dari berbagai paparan polusi yang diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri serta perubahan-perubahan derastis yang terjadi selama masa pandemi. Dan kesemuanya itu adalah anugerah. Ya sebuah anugerah!!!!!
Betapa tidak, begitu banyak hikmah yang
dapat dipetik dari musibah ini. Pertama, mengingatkan kepada
manusia, bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, ketika covid-19 mewabah dan
menyebar kemana-mana manusia menjadi tidak berdaya, banyak manusia yang
terpapar dan bahkan kehilangan nyawa. Manusia tidak berdaya ketika
Allah menurunkan penyakit yang bernama covid-19. Oleh karena itu manusia hanya
bisa berusaha dan berdoa agar terhindar dari wabah tersebut dan menyerahkan
diri sepenuhnya hanya kepada Allah semata.
Kedua, selama kebijakan work from
home (WFH) diberlakukan, aktivitas sehari-hari lebih banyak dihabiskan
di rumah. Seorang yang memiliki segudang aktivitas di hari-hari sebelumnya,
akhirnya memiliki kesempatan lebih banyak bersama keluarga, seperti wanita
karier misalnya, yang biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor atau
di tempatnya berkerja akhirnya selama masa pandemi bisa menghabiskan lebih
banyak waktu bersama keluarga, bisa menjadi guru bagi anak-anak mereka, yang
selama ini waktu seperti itu akan sulit di dapatkan dalam keadaan normal
(sebelum adanya covid-19). Selain itu, selama masa pandemi yang mengharuskan
bekerja dari rumah, maka seseorang dapat dengan mudah memperoleh pengetahuan
dan menambah wawasan mengenai berbagai hal terutama yang berkaitan dengan
covid-19 karena banyaknya bermunculan seminar-seminar online gratis
baik lokal, nasional maupun internasional.
Ketiga, adanya wabah
covid-19 membuat manusia menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan
diri dan lingkungan, karena dapat melindunginya dari berbagai penyakit. Islam
adalah agama yang sangat memperhatikan masalah kebersihan. Semenjak covid-19
menyebar, kita senangtiasa dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun atau
memakai handsanitizer, memakai masker jika keluar rumah. Hal
tersebut sejalan apa yang dianjurkan dalam Islam tentang pentingnya memelihara
kebersihan dan kesucian seperti yang tertuang di dalam Al-Quran dan As-Sunnah.
Dari Abu Malik Al-Ash’ari ra, bahwa Rasulullah SAW mengatakan, “Kebersihan
adalah sebagian dari iman”.
Keempat, tidak dipungkiri
mewabahnya covid-19 ini menimbulkan banyak korban baik secara langsung maupun
tidak langsung, sehingga meningkatkan solidaritas di kalangan masayarakat.
Banyak masyarakat bersimpati dan bahu-membahu membantu mereka yang terdampak
covid-19. Berbagai aksi yang dilakukan untuk mengurangi beban saudara-saudara
kita yang terdampak. Hal tersebut tentunya akan memperkuat persatuan dan
kesatuan diantara sesama manusia. Sebagaimana Firman Allah dalam Surah
Al-Maaida Ayat 2 yang berbunyi “Dan tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat
dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat
siksa-Nya”.
Semoga wabah covid-19 ini segera
berlalu dan kehidupan kembali berjalan normal seperti sedia kala dan semoga
kita semua menjadi hamba yang senangtiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya dan
bersabar atas segala musibah yang menimpa kita semua. Aamiin.
Menutup tulisan ini, mengutip kata-kata bijak dari Tere Liye yang mengatakan bahwa "Hidup itu dipergilirkan satu sama lain. Kadang kita di atas kadang kita di bawah. kadang kita tertawa lantas kemudian kita terdiam bahkan menangis. Itulah Kehidupan. Barang siapa yang sabar maka semua bisa dilewati dengan hati lapang". Wallahu A'lam Bishawab.
Bone, 10 Juni 2020
(Rina Novianty)

Masya Allah ๐๐๐
BalasHapusTulisan menarik. Sudut pandang komprehensif.
BalasHapusMohon bimbingannya selalu pak..
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap dinda
BalasHapusTulisan keren๐
BalasHapusSiraman qalbu di pagi hari...๐๐
BalasHapusKeren ....
BalasHapusIbrah dibalik Covid-19
BalasHapusMantaaaap kandaaa
BalasHapusTerima Kasih Semuanya...Mohon masukannya..
BalasHapusKeren, penuh hikmah
BalasHapus