Sabtu, 18 Juli 2020 saya mengikuti webinar Teras PPA yang diselenggarakan oleh PPA Institut, dengan tema "Manusia SPBU" yang di bawakan oleh Kang Helmy (Co Founder PPA Institute).
SPBU singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum atau biasa dikenal dengan istilah pertamina. Salah satu tagline dari SPBU yang terkenal adalah kembali ke nol. Berbicara mengenai "Manusia SPBU", atau disebut manusia gagal/ manusia yang kembali ke titik nol. Seringkali kita melakukan ikhtiar untuk mendapatkan kesuksesan namun ujung-ujungnya selalu mengalami kegagalan, atau kata kiasnya kembali ke titik nol.
Hidup adalah suatu perjalanan. Dalam perjalanan tersebut ada banyak suka maupun duka yang kita alami. Kadang di atas kadang di bawah. Misalnya, ketika manusia berada dalam suatu puncak kesuksesan, dan seketika kesuksesan tersebut di ambil kembali oleh pemilik-Nya, maka seketika manusia menjadi tidak berdaya. Begitupun ketika kita sudah berikhtiar untuk suatu pekerjaan/usaha, namu tiba-tiba gagal di tengah jalan, maka kita akan kembali ke titik nol.
Manusia seringkali mengeluhkan apa yang terjadi dalam hidupnya, namun terkadang kita tidak menyadari segala masalah, musibah, ujian, cobaan, nikmat yang Allah berikan kepada kita terdapat pesan cinta didalamnya. Tanda-tanda yang Allah berikan sering kali kita hiraukan.
Ketika menginginkan sesuatu, kita berdoa siang malam, berikhtiar secara maksimal, tetapi ternyata Allah memberikan kita ujian dalam ikhtiar tersebut, apa yang harus kita lakukan??????Apakah kita harus menyerah ??? atau menjadi orang cerdas yang mampu membaca pesan cinta-Nya ??? Agar kita tidak menjadi "Manusia SPBU".
Sebagaimana firman allah dalam Surah Al-Imran ayat 190 yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. Firman ini adalah pelajaran bagi kita dalam ikhtiar anti gagal sehingga kita tidak menjadi manusia SPBU.
Dari pada kita sibuk mencari bagaimana cara agar bisa sukses/bangkit, lebih baik kita mencari kenapa kita tidak bisa sukses/bangkit, karena jika kita mengetahui kenapa pasti kita akan tau bagaimana??? Tutur Kang Helmy dalam webinar tersebut. Adapun ikhtiar anti gagal menurut beliau adalah dengan membaca pesan cinta dari-Nya, dengan istiqamah berikhtiar dengan 3 L (Lapor, Latih dan Lingkungan). Pertama, melaporkan segalanya hanya kepada Allah, dengan zikir, shalat dan sedekah. Menurut kang Helmy, jangan pernah berzikir yang tidak nyambung dengan hati, jangan melakukan ikhtiar yang dapat mengganggu shalat, dan menyisihkan sebagian rezeki meski dalam keadaan lapang maupun sempit. Kedua, melatih diri untuk terus melakukan ikhtiar secara maksimal dengan terus melibatkan Allah dalam ikhtiar tersebut. Selalu melibatkan Allah dalam segala hal, sebesar atau sekecil apapun masalah yang kita hadapi yang utama adalah mencari Ridha-Nya., Ketiga, lingungan yang kondusif adalah salah satu faktor pendukung agar kita dapat menjadi manusia anti gagal. Karena ketika kita berada pada lingkungan yang baik akan mendukung kita berproses kearah yang baik. Seperti kata pepatah jika kita berteman dengan penjual parfum bisa saja kita ikut kecipratan wanginya, tetapi ketika kita berteman dengan pandai besi bisa saja kita ikut kecipratan apinya.
Tugas kita bukan hanya
untuk memahami pesan cinta dari-Nya, akan tetapi kita dapat mengaplikasikan,
mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi solusi dari
setiap permasalahan yang menimpa kita, sehingga kita tidak menjadi manusia SPBU.
Wallahu A’lam Bishawab.
Bone, 22 Juli 2020
(Rina Novianty)

Inspiratif Bu
BalasHapus🙏🙏
HapusMasya Allah... siraman rohani di siang bolong...😍😍
BalasHapusSiraman kalbu siang..😅😀🙏
HapusSemoga qt tdk menjadi manusia yg sll kembali ke nol spt SPBU. Oleh karena itu, libatkan Allah swt dalam setiap ikhtiar. Mantap de.
BalasHapusAamiin...ikhtiar tuk mendapatkan ridha-Nya..🙏🙏😇
HapusMantap bu. Allah selalu yg utama.
BalasHapusMakasih bu🙏
HapusMantap dinda...smg kt tdk pnh kembali ke titik nol
BalasHapusAamiin...Makasih bu 🙏🙏
Hapus