Rabu, 15 Juli 2020

Era New Normal : Manjadi Tenaga Pendidik yang Kreatif


Tenaga pendidik adalah ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selama terjadinya pandemi pemerintah terus berupaya menciptakan kreasi bagi para peserta didik, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan melalui kebijakan merdeka belajar. Merdeka belajar adalah program kebijakan baru yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Nadiem Anwar Makarim, dimana esensi kemerdekaan berpikir menurut beliau harus didahului oleh para tenaga pendidik sebelum mereka mengajarkan kepada para peserta didik. Salah satu poin penting dalam kebijakan tersebut adalah mas menteri menginginkan agar para tenaga pendidik membuat desain belajar di kelas lebih sederhana dengan menyesuaikan dengan kondisi peserta didik.

Di era new normal ini para tenaga pendidik di tuntut untuk melakukan kreasi di dalam kegiatan belajar mengajar meskipun dalam kondisi yang berbeda dari sebelum adanya pandemi. Agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif, seperti pada proses pembelajaran tatap muka di kelas, tenaga pendidik di tuntut untuk bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi demi kelancaran proses belajar mengajar.

Kreativitas tenaga pendidik sangat diperlukan dalam menghadapi era new normal. Tenaga pendidik harus bisa melakukan transformasi pembelajaran dari luring menjadi daring. Kelas tidak lagi menjadi satu-satunya tempat untuk mentransfer pengetahuan. Saatnya mengajak peserta didik untuk mengeksplorasi apa yang ada disekitar mereka dan terjun langsung ke tempat-tempat yang dapat menjadi sumber pengetahuan. Tuntutan atas kreativitas tenaga pendidik sejalan dengan tugas dan tanggung jawab atas profesinya. Kreativitas seorang tenaga pendidik akan terlihat dalam tugasnya terutama dalam proses belajar mengajar.

Seiring perkembangan zaman, pendidikan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Memasuki era digital proses pembelajaran berbeda dengan sebelumya terlebih setelah adanya virus corona melanda seluruh dunia memaksa tenaga pendidik melakukan perubahan proses pembelajaran secara cepat. Di era new normal, teknologi digital sangat diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif. Seiring berjalannya waktu, kemajuan teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam proses pembelajaran. Akan tetapi perubahan tersebut tidak disertai dengan kesiapan seluruh elemen yang terlibat dalam proses belajar mengajar terutama dalam hal ini tenaga pendidik dan peserta didik.

Peralihan proses pembelajaran dari luar jaringan menjadi dalam jaringan memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur tersebut agar proses pembelajaran tetap terlaksana seperti biasanya. Para pelaku pendidikan dituntut untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran sebenarnya bukan tanpa masalah, banyak faktor yang menghambat pelaksanaan proses pembelajaran tersebut diantaranya penguasaan teknologi yang masih rendah bagi sebagian tenaga pendidik maupun peserta didik, jaringan internet yang tidak merata, keterbatasan sarana dan prasarana, serta biaya.

Sabtu, tanggal 04 Juli 2020, saya mengikuti salah satu bimtek online dengan tema “Mengelola Pembelajaran yang Asik di Tengah Pandemi Covid-19” yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Enrekang dengan menghadirkan pemateri Bapak Masruhan Mufid, M.Kom., beliau adalalah salah satu Praktisi Pendidikan dan Youtuber Profesional. Menurut beliau dimasa inkubasi atau di tengah pandemi ini banyak tenaga pendidik yang latah dengan berbagai aplikasi online yang dapat dimanfaatkan selama pembelajaran daring (online). Pendidikan bukan lagi transfer pengetahuan melainkan transfer tugas. Target utama pendidikan menurut beliau adalah keberlangsungan pendidikan dan meningkatnya kualitas dan kompetensi tenaga pendidik dalam pembelajaran terutama dalam pembelajaran daring. Seorang tenaga pendidik harus menjadi tenaga pendidik yang kreatif terutama di masa pandemi, terlepas dari berbagai masalah atau tantangan yang terjadi. Proses pembelajaran selama daring harus tetap di setting seperti pada proses pembelajaran tatap muka dikelas, yang berbeda hanya pada perubahan “kelas nyata menjadi kelas maya”. Pada proses pembelajaran di era new normal dengan menggunakan kelas maya (online), tetap ada pertemuan setiap pekannya, namun yang membedakan dengan kelas sebelum pandemi terjadi adalah tenaga pendidik dan peserta didik bertemu secara virtual. Disinilah diperlukan kompetensi tenaga pendidik dalam menghidupkan kelas virtual/maya tersebut. Tenaga pendidik harus kreatif agar proses pembelajaran berlangsung seperti biasanya.

Kelas maya dapat dilakukan dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) yang tersedia secara gratis seperti Google Classroom, Moodle, Edmodo, Microsoft Teams, Schoology dan aplikasi lainnya. Ketika kelas maya telah di buat, bagaimana proses pembelajaran di kelas maya tersebut???Apakah selama ini kita telah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik??? Pertanyaan ini harus kita jawab bersama!!!

Jika selama ini, sebelum terjadinya pandemi proses pembelajaran berlangsung di kelas (luring), akan tetapi selama pandemi dan menuju new normal, proses pembelajaran berlangsung secara virtual dengan memanfaatkan aplikasi video conference (vicon) seperti: Cisco Webex (https://www.webex.com/), Zoom (https://www.zoom.us/), Google Meet (https://meet.google.com/), dan berbagai aplikasi lainnya. Namun, realita yang terjadi menimbulkan berbagai masalah seperti memerlukan kuota yang banyak untuk melakukan vicon, susah signal, smartphone/Laptop  dengan spek rendah dan permasalahan lainnya, sehingga kurang efektifnya proses pembelajaran di kelas maya tersebut.

Lebih lanjut Bapak Mufid menjelaskan, permasalahan tersebut dapat diatasi jika seorang tenaga pendidik mampu memanfaatkan teknologi dengan baik, dan lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran di kelas maya tersebut. Untuk mengelola pembelajaran di kelas agar berlangsung secara efektif diperlukan kompetensi tenaga pendidik.  Menurut beliau salah satu solusi mengatasi kendala signal yang kurang baik, atau permasalahan smartphone/laptop memiliki bandwith yang kecil yaitu dengan membuat video pembelajaran dengan menggunakan teknik rekam layar. Ada banyak teknik rekam layar yang dapat digunakan seperti Faststone (https://youtu.be/c-3QxLDJ6X4), Bandicam (https://youtu.be/EcTYzYpq7TY), Camtasia (https://youtu.be/Xqr3YrQV2qY), dan masi banyak aplikasi lainnya.Teknik rekam layar layar tersebut dapat memudahkan tenaga pendidik dalam menjelaskan materi pembelajaran tanpa menggunakan vicon yang menguras banyak kuota dan dapat digunakan untuk mengatasi kendala signal karena materi pembelajaran di buat dalam bentuk video pembelajaran. Lebih lanjut mengenai aplikasi rekam layar dari pemateri bimtek tersebut dapat dilihat di http://bit.ly/mufids.

Di era new normal, agar proses pembelajaran tetap berjalan sebagaimana biasanya, transformasi pengetahuan tetap terjadi meskipun dengan memanfaatkan kelas virtual, maka tenaga pendidik harus meningkatan komptensinya dengan menciptakan kreasi sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif, meskipun ditengah keterbatasan yang ada. Menjadi tenaga pendidik bukan hal yang mudah, membutuhkan banyak pengorbanan baik dari segi tenaga, watu, materi, pikiran maupun perasaan. Namun itulah perjuangan, karena dibalik perjuangan tersebut tersimpan berjuta kebahagiaan yang tidak dapat di nilai dengan materi.

 

Bone, 15 Juli 2020

(Rina Novianty)


2 komentar:

" MANUSIA SPBU "

Sabtu, 18 Juli 2020 saya mengikuti webinar Teras PPA yang diselenggarakan oleh PPA Institut, dengan tema " Manusia SPBU " yang di ...