Tenaga
pendidik adalah ujung tombak dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Selama
terjadinya pandemi pemerintah terus berupaya
menciptakan kreasi bagi para peserta didik, tenaga pendidik maupun tenaga
kependidikan melalui kebijakan merdeka belajar. Merdeka belajar adalah program
kebijakan baru yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak
Nadiem Anwar Makarim, dimana esensi kemerdekaan berpikir menurut beliau harus
didahului oleh para tenaga pendidik sebelum mereka mengajarkan kepada para
peserta didik. Salah satu poin penting dalam kebijakan tersebut adalah mas
menteri menginginkan agar para tenaga pendidik membuat desain belajar di kelas
lebih sederhana dengan menyesuaikan dengan kondisi peserta didik.
Di
era new normal ini para tenaga pendidik di tuntut untuk melakukan kreasi di
dalam kegiatan belajar mengajar meskipun dalam
kondisi yang berbeda dari sebelum adanya pandemi. Agar proses pembelajaran
tetap berlangsung secara efektif, seperti pada proses pembelajaran tatap muka
di kelas, tenaga pendidik di tuntut untuk bisa memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi demi kelancaran proses belajar mengajar.
Kreativitas
tenaga pendidik sangat diperlukan dalam menghadapi era new normal. Tenaga
pendidik harus bisa melakukan transformasi pembelajaran dari luring menjadi
daring. Kelas tidak lagi menjadi satu-satunya tempat untuk mentransfer
pengetahuan. Saatnya mengajak peserta didik untuk mengeksplorasi apa yang ada
disekitar mereka dan terjun langsung ke tempat-tempat yang dapat menjadi sumber
pengetahuan. Tuntutan atas kreativitas tenaga pendidik sejalan dengan tugas dan
tanggung jawab atas profesinya. Kreativitas seorang tenaga pendidik akan
terlihat dalam tugasnya terutama dalam proses belajar mengajar.
Seiring
perkembangan zaman, pendidikan terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Memasuki
era digital proses pembelajaran berbeda dengan sebelumya terlebih setelah
adanya virus corona melanda seluruh dunia memaksa tenaga pendidik melakukan
perubahan proses pembelajaran secara cepat. Di era new normal, teknologi
digital sangat diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran tetap berlangsung
secara efektif. Seiring berjalannya waktu, kemajuan teknologi memberikan
berbagai kemudahan dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam proses
pembelajaran. Akan tetapi perubahan tersebut tidak disertai dengan kesiapan
seluruh elemen yang terlibat dalam proses belajar mengajar terutama dalam hal
ini tenaga pendidik dan peserta didik.
Peralihan proses pembelajaran dari
luar jaringan menjadi dalam jaringan memaksa berbagai pihak untuk mengikuti
alur tersebut agar proses pembelajaran tetap terlaksana seperti biasanya. Para
pelaku pendidikan dituntut untuk memanfaatkan teknologi sebagai media
pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran sebenarnya bukan
tanpa masalah, banyak faktor yang menghambat pelaksanaan proses pembelajaran
tersebut diantaranya penguasaan teknologi yang masih rendah bagi sebagian tenaga pendidik
maupun peserta didik, jaringan internet yang tidak merata, keterbatasan sarana
dan prasarana, serta biaya.
Sabtu,
tanggal 04 Juli 2020, saya mengikuti salah satu bimtek online dengan tema “Mengelola
Pembelajaran yang Asik di Tengah Pandemi Covid-19” yang dilaksanakan oleh
Universitas Muhammadiyah Enrekang dengan menghadirkan pemateri Bapak Masruhan
Mufid, M.Kom., beliau adalalah salah satu Praktisi Pendidikan dan Youtuber
Profesional. Menurut beliau dimasa inkubasi atau di tengah pandemi ini banyak
tenaga pendidik yang latah dengan berbagai aplikasi online yang dapat
dimanfaatkan selama pembelajaran daring (online). Pendidikan bukan lagi
transfer pengetahuan melainkan transfer tugas. Target utama pendidikan menurut
beliau adalah keberlangsungan pendidikan dan meningkatnya kualitas dan
kompetensi tenaga pendidik dalam pembelajaran terutama dalam pembelajaran
daring. Seorang tenaga pendidik harus menjadi tenaga pendidik yang kreatif
terutama di masa pandemi, terlepas dari berbagai masalah atau tantangan yang
terjadi. Proses pembelajaran selama daring harus tetap di setting seperti pada proses
pembelajaran tatap muka dikelas, yang berbeda hanya pada perubahan “kelas nyata
menjadi kelas maya”. Pada proses pembelajaran di era new normal dengan
menggunakan kelas maya (online), tetap ada pertemuan setiap pekannya, namun yang
membedakan dengan kelas sebelum pandemi terjadi adalah tenaga pendidik dan
peserta didik bertemu secara virtual. Disinilah diperlukan kompetensi tenaga
pendidik dalam menghidupkan kelas virtual/maya tersebut. Tenaga pendidik harus
kreatif agar proses pembelajaran berlangsung seperti biasanya.
Kelas maya dapat dilakukan dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) yang tersedia secara gratis seperti Google Classroom, Moodle, Edmodo, Microsoft Teams, Schoology dan aplikasi lainnya. Ketika kelas maya telah di buat, bagaimana proses pembelajaran di kelas maya tersebut???Apakah selama ini kita telah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik??? Pertanyaan ini harus kita jawab bersama!!!
Jika selama ini, sebelum terjadinya pandemi proses pembelajaran berlangsung di kelas (luring), akan tetapi selama pandemi dan menuju new normal, proses pembelajaran berlangsung secara virtual dengan memanfaatkan aplikasi video conference (vicon) seperti: Cisco Webex (https://www.webex.com/), Zoom (https://www.zoom.us/), Google Meet (https://meet.google.com/), dan berbagai aplikasi lainnya. Namun, realita yang terjadi menimbulkan berbagai masalah seperti memerlukan kuota yang banyak untuk melakukan vicon, susah signal, smartphone/Laptop dengan spek rendah dan permasalahan lainnya, sehingga kurang efektifnya proses pembelajaran di kelas maya tersebut.
Lebih lanjut Bapak Mufid menjelaskan, permasalahan tersebut dapat diatasi jika seorang tenaga pendidik mampu memanfaatkan teknologi dengan baik, dan lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran di kelas maya tersebut. Untuk mengelola pembelajaran di kelas agar berlangsung secara efektif diperlukan kompetensi tenaga pendidik. Menurut beliau salah satu solusi mengatasi kendala signal yang kurang baik, atau permasalahan smartphone/laptop memiliki bandwith yang kecil yaitu dengan membuat video pembelajaran dengan menggunakan teknik rekam layar. Ada banyak teknik rekam layar yang dapat digunakan seperti Faststone (https://youtu.be/c-3QxLDJ6X4), Bandicam (https://youtu.be/EcTYzYpq7TY), Camtasia (https://youtu.be/Xqr3YrQV2qY), dan masi banyak aplikasi lainnya.Teknik rekam layar layar tersebut dapat memudahkan tenaga pendidik dalam menjelaskan materi pembelajaran tanpa menggunakan vicon yang menguras banyak kuota dan dapat digunakan untuk mengatasi kendala signal karena materi pembelajaran di buat dalam bentuk video pembelajaran. Lebih lanjut mengenai aplikasi rekam layar dari pemateri bimtek tersebut dapat dilihat di http://bit.ly/mufids.
Di era new normal, agar proses pembelajaran tetap berjalan sebagaimana biasanya, transformasi pengetahuan tetap terjadi meskipun dengan memanfaatkan kelas virtual, maka tenaga pendidik harus meningkatan komptensinya dengan menciptakan kreasi sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif, meskipun ditengah keterbatasan yang ada. Menjadi tenaga pendidik bukan hal yang mudah, membutuhkan banyak pengorbanan baik dari segi tenaga, watu, materi, pikiran maupun perasaan. Namun itulah perjuangan, karena dibalik perjuangan tersebut tersimpan berjuta kebahagiaan yang tidak dapat di nilai dengan materi.
Bone,
15 Juli 2020
(Rina
Novianty)

Inspiratif dan kreatif
BalasHapusAjari dulu kak supaya bisa kreatif...
BalasHapus