Sabtu, 27 Juni 2020, saya mengikuti salah
satu webinar yang diselenggarakan oleh Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar yang mengangkat tema tentang
“Peran Kimia dan Strategi pembelajaran Kimia dalam Menghadapi Era New Normal”.
Salah satu materi menarik yang dibawakan oleh Prof. Dr. Muh. Amir Masruhim,
M.Kes, Dekan FKIP Universitas Mulawarman tentang peran kimia untuk meraih
kebahagiaan dalam menghadapi era new normal. Menurut beliau dengan bahagia kita
dapat terhindar dari bebagai macam penyakit, salah satunya penyakit yang
diakibatkan oleh virus corona. Lebih lanjut beliau menjelaskan tentang salah
satu zat kimia yang berperan penting sebagai pembawa kebahagiaan.
Zat kimia yang dimaksud adalah hormon.
Hormon adalah salah satu zat yang sangat berperan penting dalam tubuh manusia. Hormon
dihasilkan oleh organ tubuh tertentu yang berasal dari kelenjar endokrin yang
berguna untuk merangsang fungsi organ tubuh tertentu. Hormon memiliki peranan
dalam mengendalikan proses yang terjadi dalam tubuh manusia seperti proses
metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, dan kekebalan. Manusia adalah makhluk hidup yang bersifat multiseluler yang menghasilkan hormon.
Hormon menjalankan fungsi penting
untuk kinerja tubuh mulai dari sistem reproduksi sampai mngendalikan suasana
hati. Kebahagiaan bersumber dari banyak hal, salah satunya dari makanan yang di komsumsi. Dari makanan yang di komsumsi serta pola hidup sehat akan
mempengaruhi kerja hormon di dalam tubuh. Diantara banyaknya hormon yang diproduksi
oleh tubuh ada empat hormon yang dikenal dengan hormon kebahagiaan. Pertama,
Hormon Dopamin. Hormon ini biasanya disebut “hormon penghargaan”. Hormon
ini berkaitan dengan penghargaan terhadap diri, seperti pemberian motivasi. Hormon
ini membuat seseorang merasa senang dan nyaman ketika berhasil memperoleh apa
yang diinginkan atau dengan kata lain harapan sesuai dengan kenyataan,
misalnya memenangkan suatu lomba, atau pekerjaan yang dilakukan
mendapat pujian dari atasan dan hal-hal lain yang bisa membuat seseorang merasa
bahagia.
Kedua,
Hormon Endorfin. Hormon ini disebut “hormon penghilang rasa sakit”. Hormon
ini dapat meredakan gejala stres, marah, sedih, depresi dan semua penyakit
hati yang berhubungan dengan tekanan pada perasaan, sehingga membuat seseorang
merasa tenang dan lebih mudah untuk mengontrol emosi. Menurut Dr. Shigeo Haruyama
dalam Bukunya The miracle of Endhorphin, hormon ini dinamakan “Hormon
kebahagiaan”. Hormon ini bereaksi sebagaimana morfin. Dia membuat seseorang
merasa rileks, nyaman dan tenang. Jadi dapat dikatakan bahwa hormon endhorfin yang
diproduksi oleh tubuh ketika manusia merasa bahagia. Endorfin itu seperti zat
yang terkandung di dalam es krim atau coklat, dimana apabila kita
mengkonsumsinya akan memberikan kenyamanan. Zat yang membuat nyaman ini juga
diproduksi secara alami oleh tubuh guna untuk menstabilkan emosi. Hormon ini
muncul saat seseorang merasa bahagia, senang dan mampu mengontrol emosi untuk
berlapang dada atau selalu memiliki pikiran yang positif.
Ketiga,
Hormon Serotonin. Hormon ini disebut “hormon kepemimpinan”. Hormon ini
berkaitan dengan kepercayaan diri dan kebanggaan seseorang. Serotonin diproduksi
oleh tubuh ketika seseorang berada di lingkungan dimana mendapatkan suatu
dukungan, kepercayaan, pengakuan, dan kenyamanan. Hormon ini dapat membuat
seseorang menjadi menyenangkan, mudah bergaul, dan ramah, namun ketika tubuh
kekurangan hormon ini menjadi mudah marah, depresi, merasa cemas, kehilangan
nafsu makan dan susah tidur. Hormon ini
sangat mengatur mood seseorang dalam segala aktifitas seperti selera makan,
motivasi belajar, dan lain sebagainya. Serotonin tidak diperoleh seorang diri,
melainkan didapatkan dengan membangun hubungan baik dengan manusia. Seseorang akan
merasa lebih percaya diri ketika melakukan sesuatu yang membuat seseorang
bangga terhadap dirinya, sehingga membuatnya merasa senang dan bahagia.
Keempat,
Hormon Oksitosin. Hormon ini disebut “hormon cinta”. Hormon ini berperan
penting dalam tingkah laku manusia. Hormon ini memberikan kebahagiaan kepada
seseorang yang menjalin hubungan kepercayaan, kasih sayang dan persahabatan. Hormon
ini didapatkan dengan melakukan kontak fisik dengan orang yang disayangi,
menjalin ikatan dalam suatu hubungan atau dalam suatu komunitas. Misalnya hubungan
antara anak dengan orang tua, dan hubungan antara suami dengan istri. Oksitosin
juga dapat diperoleh dengan melakukan kebaikan kepada orang lain, misalnya
aktif dalam kegiatan sosial, membantu orang yang mengalami kesulitan, menjadi
relawan dalam kegiatan kemanusiaan dan sebagainya.
Agar keempat hormon tersebut dapat menjalankan
fungsinya dengan baik sehingga memperoleh suatu kebahagiaan, terlebih di era
new normal, lebih lanjut Prof. Dr. Muh.
Amir Masruhim, M.Kes menjelaskan ada 5 dimensi yang perlu diperhatikan yaitu: Pertama,
Dimensi Fisik. Untuk dimensi fisik secara garis besar dapat dilakukan dengan
menjaga dan mengatur pola makan dengan rajin mengkonsumsi makanan yang sehat
dan bergizi, berolahraga secara teratur untuk memperkuat otot, dan tidur yang
cukup.
Kedua,
Dimensi Pikiran. Untuk mengaktifkan hormon kebahagiaan harus selalu memiliki
pikiran yang positif. Karena dengan berpikir positif akan menghindarkan diri
dari berbagai penyakit. Karena menurut para ahli sumber penyakit terbesar bukan
berasal dari makanan yang kita konsumsi melainkan bersumber dari pikiran. Ketiga,
Dimensi Hati. Hati adalalah organ paling inti bagi kehidupan manusia. Hati ibarat
raja, sedangkan anggota tubuh adalah prajuritnya. Bila rajanya baik, maka akan
baik pula prajuritnya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, yang artinya
sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Bila ia baik maka
baiklah seluruh tubuh. Namun bila ia buruk maka buruklah seluruh tubuh. Ingatlah
segumpal daging itu adalah hati (HR. Muslim). Keempat, Dimensi Rohani. Berkaitan dengan spiritual manusia, hubungan
manusia dengan Tuhan. Dimensi kelima adalah dimensi sosial, yang
berkaitan dengan hubungan antar sesama manusia.
Jadi untuk memperoleh kebahagiaan terutama di era new normal, maka perlu mengaktifkan hormon kebahagiaan. Kita ketahui
bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah swt dengan
sebaik-baiknya bentuk. Setiap makhluk hidup ataupun benda tak hidup yang
diciptakan di muka bumi ini terbuat dari susunan yang paling dasar yang disebut
unsur kimia. Bahkan tubuh manusia tersusun dari berbagai unsur kimia dan
terjadi proses kimia pada saat kita melakukan aktifitas seperti makan, tidur, bekerja dan aktifitas-aktifitas
lainnya. Dengan mengaktifkan keempat hormon tersebut adalah cara sederhana
untuk memperoleh kebahagiaan. Karena hormon tersebut diproduksi secara alami di dalam tubuh manusia.
Dalam filsafat islam, tujuan tertinggi
perjuangan manusia adalah mencapai kebahagiaan, yaitu transformasi manusia
kepada pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan. Hal tersebut akan menghasilkan
kebahagiaan tertinggi seperti yang diajarkan oleh salah satu filusuf islam yang
terkenal yaitu Imam Al-Ghazali. Menutup tulisan ini saya mengutip salah satu
kata-kata bijak yang mengatakan “jagan pernah meletakkan kebahagiaan ditangan
orang lain, karena kebahagiaan adalah milik anda”. Wallahu A’lam Bishawab.
Bone,
01 Juli 2020
(Rina
Novianty)

Keren
BalasHapusππ
HapusLuar biasa Ibu ilmunya pagi ini
BalasHapusTerima kasih pak..ππ
HapusSangatttttt kerennn Ka'...
BalasHapusTerima kasih...ππ
HapusMantap de. Kebahagiaan adalah milik kita bukan orang lain. Tentukan hidup untuk diri dan untuk-Mu yg menciptakan.
BalasHapusBetul sekali bu...cipatakan kebahagiaan tuk diri sendiri dan org lainπ
HapusKebahagiaan itu diciptakan.bukan ditunggu...ππ
BalasHapusYuk mari ciptakan kebahagianππ
HapusMantap tulisannya..sudah lama penulisnya ingin kembali ke rumahnya di kimia.
BalasHapusRindu serindu2nya bu...heheππ€£
HapusMenarik sekali bu tulisannya
BalasHapusLuar biasa bu
BalasHapusAkhirnya dapat jawabannya tuk bisa bahagia d saat seperti iniππ
excellent. sukses terus Bu Rina
BalasHapusBersama akan lebih bahagia ����
BalasHapus